Perbedaan Haji Furoda & Haji Plus

3 Perbedaan haji furoda & Haji Plus

Umat muslim yang inginkan menunaikan ibadah haji pada umumnya wajib mengantre bertahun-tahun untuk dapat berangkat ke Tanah Suci.

Antrean yang lama ini disebabkan oleh banyaknya umat yang mendaftar namun kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi terbatas tiap tiap tahun atau tiap tiap musim haji.

Namun, bagi umat muslim yang inginkan dapat segera menunaikan rukun Islam kelima ini, tersedia langkah yang dapat ditempuh. Yakni mengambil alih program haji cepat, di mana calon jemaah tidak wajib mengantre lama dengan kata lain sementara tunggunya relatif jauh lebih singkat.

Program haji cepat itu tersedia dua, Haji Furoda atau Haji Mujamalah dan Haji Khusus atau Haji Plus.

Apa perbedaan di pada kedua program haji tersebut?

Kepala Sub Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, M. Noer Alya Fitra menjelaskan setidaknya tersedia 3 perbedaan mendasar pada Haji Furoda bersama Haji Plus.

Berikut adalah ketiga perbedaan tersebut:

  • Dasar pemberangkatan

Perbedaan pertama dan paling utama terletak pada ketetapan pemberangkatannya.

Noer Alya yang biasa disapa Nafit itu menjelaskan Haji Plus atau Haji Khusus menggunakan kuota haji yang dimiliki oleh pemerintah, yang mana kuantitas kuota berikut merupakan hasil ketetapan Kerajaan Arab Saudi.

“Haji Khusus itu menggunakan kuota nasional dari Pemerintah Saudi ke Pemerintah Indonesia, sementara Haji Furoda menggunakan nonkuota formal pemerintah,

Dijelaskan didalam laman Kementerian Agama, Haji Furoda 2023 diberangkatkan menggunakan visa haji yang diperoleh lewat undangan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Karena di luar dari kuota yang diberikan kepada pemerintah, maka jemaah haji jalur ini keberangkatannya diurus oleh lembaga travel haji formal atau tidak resmi, atau yayasan yang punyai afiliasi bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, atau dapat terhitung oleh perorangan.

Meski tidak diurus oleh pemerintah, namun haji bersama jalur furoda adalah formal atau legal didalam perspektif aturan imigrasi pemerintah Arab Saudi.

  • Mekanisme pendaftaran

Perbedaan selanjutnya terletak pada mekanisme pendaftaran calon jemaah.

“Haji Khusus mekanismenya lewat pendaftaran pada Siskohat Kemenag dan penyetoran awal dan lunas pada BPKH, sementara Haji Furoda 2022 tidak menggunakan proses pendaftaran pada Siskohat Kemenag,” jelas Nafit.

Siskohat adalah singkatan dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu yang tersedia di bawah Kemenag.

Adapun Haji Furoda merupakan haji yang diberangkatkan menggunakan visa khusus dari pihak Kerajaan Arab Saudi

Visa untuk Haji Furoda dibedakan jadi 2, yakni visa yang diberikan kepada para calon jemaah secara lazim untuk seluruh negara, dan visa yang terlampau khusus diberikan untuk tamu istimewa kerajaan.

  • Sistem pemberangkatan

Perbedaan paling akhir terletak pada proses pemberangkatannya. Nafit menjelaskan Haji Plus atau Haji Khusus, meski lebih cepat dari Haji Reguler, senantiasa menerapkan proses antrean.

“Haji Khusus menggunakan proses first come first serve dan tersedia antrean rata-rata 5 tahun, sementara Haji Furoda tidak menggunakan antrean,” ungkap dia.

Tidak terdapatnya antrian pada Haji Furoda memicu haji bersama jalur itu dibandrol tarif yang lebih mahal kecuali dibandingkan bersama Haji Khusus atau Haji Plus.

“Haji furoda (lebih mahal), dikarenakan tidak menggunakan antre. Haji Khusus telah tersedia biaya penyelenggaraan ibadah Haji Khusus yakni sebesar USD 8.000 (Rp 119 juta), atau PIHK dapat menambah biaya cocok paket sarana yang di tawarkan dan dipilih jemaah,” jelas Nafit.

Sementara Biaya Haji Furoda, tarifnya dapat melebihi Rp 200.000 bahkan hampir Rp 300.000.

Namun tarif tinggi itu terhitung dibarengi bersama sarana yang sepadan. Misalnya tiket penerbangan segera ke Jeddah, hotel bintang 5, tenda menanti ber-AC sementara di Arafah, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *